Laman

Arthritis Gout

Suatu sindroma klinis yang heterogen sebagai akibat terbentuknya deposit kristal Monosodium Urate (MSU) dalam jaringan, berasal dari cairan ekstraselluler. Asam urat normal : pria berkisar 3,5-7 mg/dl dan pada perempuan 2,6-6 mg/dl. Bila berlebih (> 7,0 mg/dl dan 6,0 mg/dl): hiperurisemia (IPD FK UI).
Artritis bersifat akut, monoartikuler, berulang, terbentuk agregat kristal Asam Urat = tofi terutama dalam jaringan ikat, batu saluran kemih, jarang gangguan fungsi ginjal.

Penurunan urat serum dapat mencetuskan pelepasan Kristal monosodium urat dari depositnya dalam tofi (crystals shedding). Pada beberapa pasien gout atau yang dengan hiperurisemia asimptomatik Kristal urat ditemukan pada sendi metatarsofalangeal dan lutut yang sebelumnya tidak pernah mendapat serangan akut.. dengan demikian, gout ssperti juga pseudo gout dapat timbul pada keadaan asimptomatik. Pada penelitian, didapatkan 21% pasien gout dengan asam urat normal. Terdapat peranan temperature, PH, dan kelarutan urat untuk timbul serangan gout akut. Menutunnya kelarutan sodium urat pada temperature lebih rendah pada sendi perifer seperti kaki dan tangan, dapat menjelaskan mengapa MSU diendapkan pada kedua tempat tersebut. Predileksi pengendapan MSU pada metatarsofalangeal-1 (MTP-1) berhubungan juga dengan trauma ringan yang berulang-ulang pada daerah tersebut.

Gambaran klinis : klasik dibagi dalam 3 fase:
1.HU asimptomatik
2.Gout intermitten akut
3.Gout tofikronik

HU asimptomatik
Radang sendi sangat akut dan timbul cepat dalam waktu yang singkat. Lokasi tersering = MTP-I (podagra). Apabila proses penyakit berlanjut, dapat terkena sendi lain seperti pergelangan tangan/kaki, lutut, dan siku. Gejala sistemik dapat timbul = demam, menggigil, dan lelah.
Faktor pencetus : trauma lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik, stress, pemakaian obat antidiuretik. Penurunan asam urat darah secara mendadak dengan aluripunol atau obat urikosurik dapat menimbulkan kekambuhan.

Gout intermitten / stadium interkritikal
Stadium kelanjutan stadium akut, terjadi periode interkritik asimptomatik
 Nyeri mencapai puncaknya dalam waktu 8-12 jam
 Serangan awal biasanya monoartikuler, dan 90% pada MTP-I, sendi lain kaki, pergelangan kaki, tumit dan lutut
 Pada masa awal gout intermiten akut, episode artritis akut masih jarang dan jarak antara serangan kadang sampai bertahun-tahun
 Dengan berjalannya waktu, serangan makin sering, berlangsung lebih lama dan dapat mengenai lebih banyak sendi
 Periode interkritikal merupakan periode dimana sendi yang terkena dapat kembali normal tanpa keluhan, meskipun demikian cairan sendi dapat ditemukan kristal MSU pada aspirasi sendi.

Gout tofi kronik/ Menahun
Disertai dengan tofi yang banyak, dan terdapat poliartikular (karena pasien tidak mengobati dirinya dalam waktu yang lama )Tofi ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat, dapat timbul infeksi sekunder. Pada tofus yang besar dapat dilakukan ekstirpasi, namun hasilnya kurang memuaskan. Lokasi tofi yang paling sering adalah pada cuping telinga, MTP-1, olekranon, tendon Achilles, dan jari tangan. Pada Tofus = kadar 10-30 kali > MSU normal
Faktor:
 Tingginya kadar UA plasma
 A. gout usia muda
 Inflamasi aktif berkepanjangan
 Frekwensi serangan akut
 Predileksi ekstremitas atas
 Poliartritis

Penatalaksanaan Gout
Langkah pertama untuk mengurangi nyeri adalah mengendalikan peradangan. Pengobatan tradisional untuk gout adalah kolkisin. Biasanya nyeri sendi mulai berkurang dalam waktu 12-24 jam setelah pemberian kolkisin dan akan menghilang dalam waktu 48-72 jam.
Kolkisin diberikan dalam bentuk tablet, tetapi jika menyebabkan gangguan pencernaan, bisa diberikan secara intravena. Obat ini seringkali menyebabkan diare dan bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius (termasuk kerusakan sumsum tulang).
Saat ini obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen dan indometasin) lebih banyak digunakan daripada kolkisin dan sangat efektif mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi. Kadang diberikan kortikosteroid (misalnya prednison). Jika penyakit ini mengenai 1-2 sendi, suatu larutan kristal kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Pengobatan ini sangat efektif untuk mengakhiri peradangan yang disebabkan oleh kristal urat. Kadang obat pereda nyeri ditambahkan untuk mengendalikan nyeri (misalnya kodein dan meperidin). Untuk mengurangi nyeri, sendi yang meradang sebaiknya diistirahatkan dahulu.
Obat-obat seperti probenesid atau sulfinpirazon berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan jalan meningkatkan pembuangan asam urat ke dalam air kemih.
Aspirin menghambat efek probenesid dan sulfinpirazon, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada saat yang bersamaan. Jika diperlukan obat pereda nyeri, lebih baik diberikan asetaminofen atau obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen).
Jika pembuangan asam urat meningkat, dianjurkan untuk minum banyak air (minimal 2 liter/hari) untuk membantu mengurangi resiko kerusakan sendi dan ginjal. Allopurinol merupakan obat yang menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh.
Obat ini terutama diberikan kepada penderita yang memiliki kadar asam urat yang tinggi dan batu ginjal atau mengalami kerusakan ginjal. Allopurinol bisa menyebabkan gangguan pencernaan, timbulnya ruam di kulit, berkurangnya jumlah sel darah putih dan kerusakan hati.
Sebagian besar tofi di telinga, tangan atau kaki akan mengecil secara perlahan jika kadar asam urat dalam darah berkurang; tetapi tofi yang sangat besar mungkin harus diangkat melalui pembedahan.
Orang yang memiliki kadar asam urat yang tinggi tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala gout, kadang mendapatkan obat untuk menurunkan kadar asam uratnya.
Tetapi karena adanya efek samping dari obat tersebut, maka pemakaiannya ditunda kecuali jika kadar asam urat di dalam air kemihnya sangat tinggi.
Pemberian allopurinol bisa mencegah pembentukan batu ginjal.
PENCEGAHAN
Penyakitnya sendiri tidak bisa dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya bisa dihindari (misalnya cedera, alkohol, makanan kaya protein).
Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan untuk minum banyak air, menghindari minuman beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya akan protein.
Banyak penderita yang memiliki kelebihan berat badan, jika berat badan mereka dikurangi, maka kadar asam urat dalam darah seringkali kembali ke normal atau mendekati normal.
Beberapa penderita (terutama yang mengalami serangan berulang yang hebat) mulai menjalani pengobatan jangka panjang pada saat gejala telah menghilang dan pengobatan dilanjutkan sampai diantara serangan.
Kolkisin dosis rendah diminum setiap hari dan bisa mencegah serangan atau paling tidak mengurangi frekuensi serangan.Mengkonsumsi obat anti peradangan non-steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya serangan.
Kadang kolkisin dan obat anti peradangan non-steroid diberikan dalam waktu yang bersamaan. Tetapi kombinasi kedua obat ini tidak mencegah maupun memperbaiki kerusakan sendi karena pengendapan kristal dan memiliki resiko bagi penderita yang memiliki penyakit ginjal atau hati.

0 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan tinggalkan komentar setelah membaca apalagi mencopy abis... Plis Deh...